Senin, 18 Mei 2015

7 Habbits of Highly Effective Teens


Halo sobat blogger. Sesuai janji saya, kali ini saya bakalan membahas dan mengupas tentang buku yang sangat bagus dan terlaris karya Sean Covey yaitu buku 7 Habbits of Highly Effective Teens. Sesuai dengan judulnya, di dalam buku terdapat tujuh kebiasaan yang harus dimiliki oleh remaja agar menjadi manusia yang efektif. Apa saja sih tujuh kebiasaan itu?  Berikut tujuh kebiasaan tersebut dan sedikit penjelasan singkat:

Kebiasaan 1     : Jadilah Proaktif
                          Bertanggung jawablah atas hidupmu sendiri
Kebiasaan 2     : Merujuk Pada Tujuan Akhir
                          Definisikanlah misi dan sasaran hidupmu
Kebiasaan 3     : Dahulukan yang Utama
                          Susunlah prioritas, dan dahulukanlah hal-hal yang penting
Kebiasaan 4     : Berpikir Menang/Menang
                          Bersikaplah agar semua orang bisa menang
Kebiasaan 5     : Berusahalah untuk Memahami Terlebih Dahulu Baru Dipahami
                          Jadilah pendengar yang baik, yang tulus
Kebiasaan 6     : Wujudkan Sinergi
                          Bekerjasamalah agar mencapai hasil lebih baik
Kebiasaan 7     : Asahlah Gergajimu
                          Perbaharuilah dirimu secara berkala

Kebiasaan 1, 2, 3 menyangkut penguasaan diri. Di dalam buku ini menyebutnya “kemenangan pribadi”. Sedangkan kebiasaan 4, 5, dan 6 menyangkut hubungan-hubungan serta kerja sama. Buku ini menyebutnya “kemenangan publik”. Sebelum kita menguasai kebiasaan 4, 5 dan 6 atau kebiasaan yang berhubungan dengan kerja sama dengan orang lain, kita harus terlebih dahulu menguasai kebiasaan mengenani diri sendiri atau pribadi atau dengan kata lain kebiasaan 1,2 dan 3. Karena jika kita ingin menjadi pemain tim yang baik kita harus terlebih dahulu menguasai diri sendiri. Lalu kebiasaan yang ketujuh mengenai apa dong? Kebiasaan terakhir tersebuh adalah kebiasaan pembaharuan. Kebiasaan inilah yang menguatkan enam kebiasaan lainnya.
Berbicara mengenai kebiasaan, kebiasaan adalah hal-hal yang kita lakukan berulang-ulang. Tetapi kebanyakan kita tidak sadar akan kebiasaan kita. Jika kita mempunyai kebiasaan baik, tentulah akan berdampak kepada karakter yang baik pula. Jadi semua tergantung kepada diri kita sendiri. Jika kita mempunyai kebiasaan yang baik, maka kita akan mempunyai karakter yang baik dan akan membuat kita bisa sukses. Dan sebaliknya, jika kita mempunyai kebiasaan yang buruk, maka kita akan mempunyai karakter yang jelek. Seperti apa yang dikatakan oleh Samuel Smiles:

Taburkanlah suatu pikiran, maka kamu akan menuai perbuatan;
Taburkanlah suatu perbuatan, maka kamu akan menuai kebiasaan;
Taburkanlah suatu kebiasaan, maka kamu akan menuai karakter;
Taburkanlah suatu karakter, maka kamu akan menuai takdir.
Jadi mulai sekarang ini kita harus mempunyai kebiasaan-kebiasaan yang baik ya sahabat blogger.

Kebiasaan 1 JADILAH PROAKTIF
Lawan kata dari kata proaktif adalah reaktif. Jika kita ingin membedakan mana yang bersikap proaktif dan mana yang bersikap reaktif, kita bisa menganalogikannya dengan sebuah air dan sebuah kaleng soda. Orang-orang proaktif membuat pilihan-pilihannya menurut nilai-nilai. Mereka berpikir sebelum bereaksi. Mereka sadar bahwa mereka tidak bisa mengendalikan segala yang terjadi kepada mereka, tetapi mereka bisa mengendalikan reaksi mereka. Tidak seperti orang reaktif. Orang-orang reaktif membuat pilihan-pilihannya menurut dorongan hati. Seperti analogi tadi bahwa mereka seperti sekaleng soda. Jika kehidupan mengocoknya sedikit saja, tekannya menumpuk dan tiba-tiba mereka meledak. Berbeda dengan orang-orang proaktif, mereka tenang seperti ait. Dikocok seperti apapun, takkan terjadi apa-apa. mereka tenang, dingin, dan terkendali. Bersikap proaktif ini adalah langkah pertama menuju tercapainya kemenangan pribadi.
Lalu kenapa kita harus bersikap proaktif ? bersikap proaktif ini ada manfaatnya lho guys. Diantaranya adalah; Tidak mudah tersinggung, bertanggung jawab atas pilihan-pilihannya sendiri, berpikir sebelum bertindak, cepat pulih kalau terjadi sesuatu yang buruk, selalu mencari jalan untuk menjadikan segalanya terlaksana, fokus pada hal-hal yang bisa mereka ubah, dan tidak menguatirkan hal-hal yang tidak bisa mereka ubah. Banyak kan manfaatnya menjadi orang yang bersikap proaktif? Lalu kenapa kita harus menghindari bersikap reaktif ? berikut dampak menjadi orang yang reaktif. Diantaranya adalah; mudah tersinggung, cenderung menyalahkan orang lain, cepat marah dan mengucapkan kata-kata yang belakangan mereka sesali, cenderung merengek dan mengeluh, menunggu segalanya terjadi kepada mereka, berubah hanya kalau perlu.

Kebiasaan 2 MERUJUK PADA TUJUAN AKHIR
Dalam kebiasaan ini mengatakan bahwa, kamu adalah pengemudinya, putuskanlah kami mau kemana dan buatlah peta untuk sampai ke sana. Lalu kenapa sih kita harus punya tujuan akhir? Di dalam buku ini dikatakan ada dua alasan kenapa kita harus mempunyai itu. Yang pertama adalah karena kita berada di persimpangan jalan dan jalan yang kita pilih sekarang akan mempengaruhi selamanya. Jadi intinya, kita ini hidup diantara beberapa pilihan. Dan pilihan yang nantinya kita ambil akan mempengaruhi jalan hidup kita. Bagaimana kita akan memlih pilihan-pilihan tersebut? tentunya kita harus mengingat tujuan akhir kita, agar pilihan kita sesuai dengan apa tujuan kita. Yang kedua adalah bahwa kalau kita tidak memutuskan masa depan kita sendiri, orang lainlah yang akan memutuskanya. Mau masa depan kita di tentukan orang lain?
Jadi kalau begitu penting untuk memiliki tujuan akhir, bagaimana caranya? Di dalam buku dikatakan cara yang terbaik adalah dengan menulis pernyataan misi pribadi. Pernyataan misi pribadi adalah seperti kepercayaan pribadi atau moto pribadi yang menyatakan seperti apa hidupmu. Ini adalah beberapa contoh penyataan misi pribadi :
-
-
Dalam membuat pernyataan misi pribadi tidak haruslah sama dengan milik orang lain. pernyataan misi pribadi itu banyak bentuknya. Bisa berupa sajak, nyanyian, kutipan, gambar, banyak kata, satu kata, dan lain-lain. Kita ini menuliskan untuk diri kita sendiri bukan untuk orang lain. Jadi biarkanlah pernyataan misi pribadi bermakna bagi diri kita sendiri. Lalu, bisa apa misi pribadi tersebut? salah satu manfaat dari pernyataan misi pribadi tersebut adalah dan yang paling penting, akan membantu kita dalam mengambil keputusan. Karena jika kita mempunyai dan mengingat tujuan akhir kita, kita tidak akan mengambil keputusan yang salah yang tidak sejalan dengan tujuan kita. Tentunya kita akan memilih keputusan yang bisa membawa kita kepada tujuan akhir kita.

Kebiasaan 3 DAHULUKAN YANG UTAMA
Dari bab kebiasaan ini kita diajarkan tentang kuadran waktu. Dari kuadran I sampai IV. Dari kuadran waktu tersebut terdiri dari dua unsur utama, yaitu “penting” dan “mendesak”. Penting adalah hal-hal yang paling penting, kegiatan utama, dan yang berkontribusi terhadap tercapainya misi serta sasaran-sasaran. Sedangkan mendesak adalah hal-hal yang mendesak, yang menuntut perhatian segera. Dari masing-masing kuadran, menggambarkan satu orang tertentu. Kuadran I menggambarkan tentang orang yang suka menunda-nunda. Kuadran III menggambarkan orang yang “yes man” atau orang yang selalu berkata iya. Kuadran IV menggambarkan orang-orang pemalas. Sedangkan kuadran II menggambarkan tentang orang-orang yang suka menentukan prioritas. Jadi kita harus berada pada kuadran II, agar menjadi orang-orang yang efektif. Selain itu juga ada beberapa akibat hidup di Kuadran II, yaitu; hidup akan terkendali, terjadinya keseimbangan, dan prestasi tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar